Kantor Desa Terbuka, Pelayanan Mati: Potret Buram Pelayanan Publik Desa Sei Rawa

Sei Rawa, Inhil — 30 Januari 2026
Pelayanan publik di Desa Sei Rawa, Kecamatan batang tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), kini menjadi sorotan tajam. Kantor desa yang seharusnya menjadi pusat pelayanan masyarakat justru tampak kosong, tidak terurus, dan jauh dari fungsi idealnya sebagai rumah pelayanan publik. Kondisi ini terungkap saat awak media turun langsung ke lapangan pada selasa 27/1/2026).

Saat kunjungan dilakukan pada jam kerja resmi, kantor Desa Sei Rawa memang dalam keadaan terbuka. Namun ironisnya, tidak satu pun staf desa maupun perangkat desa terlihat berada di tempat. Kantor desa tampak kosong melompong, tanpa aktivitas pelayanan, bahkan kondisi bangunan terlihat kumuh dan tidak terawat. Sekilas, kantor tersebut lebih menyerupai rumah kosong yang telah lama ditinggalkan, bahkan oleh sebagian warga disebut seperti “rumah hantu”.

Peristiwa ini terjadi di Kantor Desa Sei Rawa, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau.

Kondisi tersebut didapati awak media pada selasa, 27 Januari 2026, pada jam kerja yang seharusnya masih aktif sesuai ketentuan operasional kantor pemerintahan desa.

Sorotan publik mengarah kepada Kepala Desa Sei Rawa yang berinisial “M”, selaku pimpinan tertinggi pemerintahan desa dan penanggung jawab utama jalannya roda pemerintahan serta pelayanan masyarakat. Selain itu, perangkat desa juga menjadi bagian dari perhatian karena absennya kehadiran mereka di kantor desa.

Berdasarkan keterangan sejumlah warga sekitar, kondisi kosongnya kantor desa bukanlah kejadian baru. Warga mengungkapkan bahwa pelayanan desa nyaris tidak pernah berjalan sebagaimana mestinya.
“Pelayanan tidak ada sama sekali, Pak. Kantor memang terbuka, tapi staf desa tidak pernah datang dari pagi sampai jam kantor tutup. Kami sebagai masyarakat bingung mau bilang apa lagi,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait pengelolaan anggaran dana desa yang nilainya mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah setiap tahunnya. Masyarakat mempertanyakan ke mana alokasi dana tersebut digunakan, bahkan untuk sekadar pemeliharaan kantor desa saja dinilai tidak terlihat hasilnya.

Secara fisik, kantor desa tampak memprihatinkan. Tidak ada tanda-tanda aktivitas administrasi, tidak ada petugas piket, dan tidak ada pelayanan kepada masyarakat. Rumput liar di belakang kantor, cat dinding yang kusam, serta suasana sepi semakin memperkuat kesan buruk terhadap wajah pelayanan publik Desa Sei Rawa.

Kondisi ini dinilai sebagai potret paling buruk dalam sejarah kepemimpinan Kepala Desa berinisial Muklis yang oleh warga disebut bersikap apatis dan acuh tak acuh terhadap kondisi kantor desa dan tanggung jawab pelayanan publik.

Masyarakat berharap pihak berwenang, baik pemerintah kecamatan, inspektorat, maupun aparat pengawas lainnya, segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh demi memastikan transparansi serta keberlangsungan pelayanan publik yang layak di Desa Sei Rawa.

( I R )

Komentar Via Facebook :